Minum KOPI di Alun Alun Kota Jombang

IMG_20170516_211654
Alun Alun Kota Jombang di Seberang stasiun Kereta Api Kota JOmbang

Kalau berada di kota Jombang Jangan lupa menikmati sajian Angkringan,  Kopi Fermentasi Pringsewu menyempatkan mampir di Angkringan pak Ngadino, di belakang tulisan alun alun Jombang di seberang stasiun Kereta Api Kota Jombang, Angkringan yang buka setiap hari dari jam 16.30 s/d Jam 00.30 wib, menyajian jajanan Tahu Bacem, Tempe bacem, Jerohan Ayam, makanan Gorengan khas angkringan dan minuman Teh bermacam selera, minuman jahe, Susu, dan tidak lupa Kopi

IMG_20170516_211407
Angkringan Pak Ngadino, salah satu angkringan di alun alun kota Jombang

Ketika Kopi fermentasi Pringsewu menikmati minuman kopi, ditemani oleh bapak Hamim, Laki laki paruh baya yang mengaku dari Ploso kabupaten Jombang Jawatimur,  sambil mengobrol berbicara kopi, sampai asal usul kami berdua,

IMG_20170516_220135
Mas Anyeng dan kawan kawan  menikmati kopi di malam hari, Alun alun kota Jombang

Selanjutnya Kopi Fermentasi Pringsewu, berjalan mengelilingi alun alun untuk menemani mas Anyeng (pengakuan sendiri, namanya) dan kawan kawan dari Klandi Jombang, sambil ngobrol santai saat kami datang dan minta ijin untuk diambil gambarnya,  menurut mereka memang biasa minum kopi 2 kali sehari, wooow……Mantab,

 

Salam Kopi Fermentasi Pringsewu dari Jombang Jawa Timur

 

FERMENTASI BIJI KOPI ROBUSTA PRINGSEWU

IMG_20170513_155246
Biji Kopi Fermentasi Pringsewu, Dalam bentuk bubuk Rp 25.000/150 gram

Fermentasi Biji Kopi robusta, di pringsewu menggunakan bakteri probiotik yang di perkaya dan di buat di laboratorium oleh tenaga ahli di bidangnya, tidak menggunakan media binatang luwak tetapi menghasilkan cita rasa kopi fermentasi, seperti cita rasa kopi yang di hasilkan oleh fermentasi dalam usus binatang luwak.

Fermentasi kopi ini akan memperbaiki cita rasa kopi. Biji kopi difermentasi basah atau semi basah sebelum dikeringkan akan meningkatkan cita rasa kopi.Fermentasi basah, banyak menggunakn air biasanya di lakukan oleh pemodal kuat.

Sekarang kita bahas teknologi fermentasi semi basah, karena sangat mudah di lakukan

Teknologi fermentasi kopi semi basah, yaitu sebagai berikut:

1. Buah kopi yang akan difermentasi dipilih buah kopi yang benar-benar matang (berwarna merah).
2. Buah kopi yang telah dipetik harus segera diproses.
Waktu antara pemetikan dengan proses fermentasi diusahakan tidak lebih dari 6 jam.
3. Buah kopi selanjutnya direndam sebentar dengan air bersih untuk memudahkan pemecahan kulit.
Namun dapat juga langsung dipecah kulitnya tanpa melalui perendaman.
4. Selanjutnya buah digiling dengan mesin pulper (vis pulper).
5. Hasil pulping kemudian ditumpuk (dionggokkan) atau disimpan pada wadah hingga membentuk gunungan (kerucut). Gunungan hasil pulping itu ditutup karung atau plastik, lalu dibiarkan selama semalam (12 – 15 jam). Alternatif lain untuk mempercepat proses fermetasi atau menguatkan cita rasa adalah dengan memberikan yeast, atau bakteri proteolitik yang banyak dijual dipasaran ke dalam buah yang sudah dipulping lalu diperam selama 12 – 15 jam. Kadar yeast atau bakteri proteolitik yang diberikan cukup 3% saja.
6. Setelah diperam, buah selanjutnya dicuci dengan air bersih dan dijemur. Namun bila panas memungkinkan, buah dapat langsung dapat dijemur.
7. Proses selanjutnya seperti proses umumnya pengolahan kopi, hingga di dapatkan kopi bubuk.
Hasil Fermentasi Kopi
Biji kopi yang difermentasi mempunyai warna yang berbeda dengan biji kopi yang tidak difermentasi. Biji kopi yang difermentasi mempunyai warna yang lebih pucat dibandingkan dengan yang tidak difermentasi (hijau keabu-abuan). Pada kopi robusta, kopi yang difermentasi dengan bakteri proteolitik mempunyai cita rasa yang lebih kuat dan lebih disukai, dibandingkan dengan yang difermentasi dengan yeast. Secara umum kopi robusta yang difermentasi mempunyai cita rasa yang lebih disukai. Kopi robusta yang difermentasi mempunyai aroma yang lebih lembut dibandingkan dengan yang tidak difermentasi
Sumber Berita: http://www.teraskreasi.com

http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/berita-teknologi-fermentasi-untuk-meningkatkan-cita-rasa-kopi.

Harga Kopi Fermentasi Bubuk = Rp. 25.000/150gram

Dijual dalam bermacam bentuk, dalam bentuk biji dalam kemasan aluminium foil dalam kemasan per kilogram, Harga terjangkau dan bisa nego di whatshap, atau komunikasi langsung.

Aroma cita rasa Kopi Fermentasi Robusta akan menembus awan dalam kalbu anda dalam menempuh kenikmatan cita rasa kopi fermentasi, seakan mengisi seluruh relung jiwa kenikmatan dan melayang diantara aroma khas Kopi Fermentasi dari Pringsewu Lampung Indonesia.

Cita rasa Kopi Fermentasi Pringsewu serasa tegar bagai karang, khas tiada tanding, puas tiada banding, begitulah unkapan yang saya junjung untuk membantu melukiskan hasil jerih payah anda dalam mencari cita rasa Kopi Fermentasi

Kami yakin anda bersama kami akan terasa lebih nyaman dan aman lagi. Paket Kopi Fermentasi ini untuk memfasilitasi calon pembeli yang tidak perlu berkebun kopi sendiri di Lampung, juga merupakan komitmen kami untuk tidak melulu bisnis oriented tetapi juga berbagi rasa kami. Prinsip utama dari Kopi Fermentasi Pringsewu adalah menyajikan kemudahan bagi penkmat kopi dengan sebaik-baiknya karena merupakan tanggung jawab terbesar kami dalam menyajikan Cita rasa Kopi Fermentasi Pringsewu serasa tegar bagai karang, khas tiada tanding, puas tiada banding.

KOPI HITAM

Membuat kopi hitam fermentasi Pringsewu, adalah merupankan sebuah pengalaman yang tiada duanya, ketika kita berjalan di lorong lorong rumah di kota pringsewu, masih teringat bau khas kopi hitam bau gosong khas kopi hitam, ya bau kopi sedang di sangrai yang baunya bisa tercium beberapa meter dari lokasi pembuatan, hati kita langsung mengingat nikmatnya kopi khas dari pringsewu lampung.

Harga Rp. 45.000 /100gr

Pengolahan Kopi Fermentasi

Musim panen kopi di Lampung berkisar bulan April sampai dengan Juni, kegiatan saya masuk ke perkebunan kopi di kecamatan Talang padang kabupaten Tanggamus, menemui petani kopi, untuk mencari kopi yang telah masak, dan berkualitas, yang selanjutnya akan dibuat Kopi Fermentasi, memang tidak mudah mencari kopi dengan standard nomor satu, perlu kerja keras masuk mengetuk pintu rumah petani kopi. Nampak wajah lelah setelah pulang dari kebun, begitu juga saya sesekali menyeka  keringat didahiku, saya percaya hanya Kopi Fermentasi yang berkualitas terbaiklah yang mampu memberikan rasa nikmat luar biasa. setelah memperoleh kopi selanjutnya bijikopi di sortir, sehingga diperoleh hanya kopi super, kemudian dikupas kulitnya, lalu dilakukan perendaman dalam larutan bakteri Fermentasi, yang saya peroleh dari laboratorium mikrobiologi kami, yang masih sangat sederhana. selanjutnya kopi dikeringkan dengan kadar air tertentu lalu disimpan dengan menggunakan wadah kedap air dan udara, untuk mencegah kemungkinan kontaminasi jamur yang mungkin bisa merusak cita rasa Kopi Fermentasi, pengeringan kopi dengan teknik khusus sehingga penanganan mudah dan diperoleh kualitas terbaik.

IMG_20180424_212944
Kopi Fermentasi jam ke nol

Proses sangrai Kopi Fermentasi menggunakan teknik sangrai dengan keramik, yang memungkinkan penyebaran panas yang rata dan serempak, dengan pengendalian panas yang terjaga, dan pengawasan kualitas yang sangat ketat, sehingga diperoleh kualitas kopi yang terjaga di setiap melakukan sangrai Kopi Fermentasi, pengalaman sebagai Quality Control dan Quality Assurance di perusahaan minuman berkarbonasi milik negara United States Of America, membantu saya dalam menjamin kualitas produk olahan Kopi Fermentasi ini. Menjadi suatu kewajiban untuk menyajikan kerja terbaik dan hasil terbaik sehingga siapapun yang akan menikmati cita rasa Kopi Fermentasi Robusta, memperoleh kepuasan tertinggi cita rasa kopi robusta dari Lampung.

Untuk memperoleh kopi kualitas sempurna maka hanya kopi 100%, sehingga kenikmatan dalam setiap teguk kopi yang diminum terasa seperti minum kopi di daerah asal kopi ini dengan udara sejuk dan asri. Penikmat Kopi Fermentasi dimanjakan dengan, cita rasa kopi Robusta Lampung.

IMG_20180424_212812

Ada beberapa perubahan yang terjadi selama proses fermentasi, antara lain :

a.      Pemecahan Komponen mucilage

Bagian yang terpenting dari lapisan berlendir  ini adalah komponen protopektin yaitu suatu “insoluble complex” tempat terjadinya meta cellular lactice (proses pembentukan asam laktat di dalam sel) dari daging buah. Material inilah yang terpecah dalam proses fermentasi. Ada yang berpendapat bahwa terjadinya pemecahan getah itu adalah sebagai akibat bekerjanya suatu enzim yang terdapat dalam buah kopi. Hidrolisis pektin disebabkan, oleh adanya suatu enzim yang tergolong enzim katalase yang terdapat di dalam buah atau reaksinya bisa dipercepat dengan bantuan jasad renik. Selama proses fermentasi ini dengan bantuan kegiatan jasad renik, terjadi pemecahan komponen lapisan lendir tersebut, maka akan terlepas dari permukaan kulit tanduk biji kopi (Ridwansyah, 2003).

Pemecahan lendir akan berjalan cukup cepat bila kondisi fermentasi pada pH 5.5-6.0. Apabila pH diturunkan menjadi ,4.0 maka kecepatan pemecahan akan menjadi 3 kali lebih cepat dan apabila pH 3.65 pemecahan akan menjadi dua kali lebih cepat (Ridwansyah, 2003).

Pada waktu buah kopi tersebut mengalami pulping (proses pengupasan kulit buah) sebagian besar enzim tersebut terpisahkan dari kulit dan daging buah, akan tetapi sebagian kecil masih tertinggal dalam bagian sari buah kopi.

b.      Pemecahan Gula

Sukrosa merupakan komponen penting dalam daging buah kopi. Kadar gula akan meningkat dengan cepat selama proses pematangan buah yang dapat dikenal dengan adanya rasa manis. Gula adalah senyawaan yang larut dalam air, oleh karena itu dengan adanya proses pencucian lebih dari 15 menit akan banyak menyebabkan terjadinya banyak kehilangan konsentrasinya. Proses difusi gula dari biji melalui parchment ke daging buah yang berjalan sangat lambat. Oleh karena itu kadar gula dalam daging biji akan mempengaruhi konsentrasi gula di dalam getah beberapa jam setelah fermentasi. S cerevisiae akan memecah senyawa gula yang ada di dalam biji kopi karena adanya oksigen di udara terbuka.  Sebagai hasil proses pemecahan gula adalah asam laktat dan asam asetat dengan kadar asam laktat yang lebih besar. Asam-asam lain yang dihasilkan dari proses fermentasi ini adalah etanol, asam butirat dan propionat. Asam lain akan memberikan onion flavor.

c.      Perubahan Warna Kulit

Biji kopi yang telah terpisahkan dari pulp dan parchment  maka kulit ari akan bewarna coklat. Juga jaringan daging biji akan bewarna sedikit kecoklatan yang tadinya bewarna abu-abu atau abu-abu kebiruan. Proses “browning” ini terjadi akibat oksidasi polifenol dimana pada biji kopi terdapat senyawa polifenol yang apabila kontak dengan oksigen maka akan teroksidasi. Terjadinya warna kecoklatan yang kurang menarik ini dapat dicegah dalam proses fermentasi melalui pemakaian air pencucian yang bersifat alkalis (Ridwansyah, 2003).

d.    Perubahan Suhu

Biji kopi yang telah dilakukan fermentasi akan mengalami perubahan suhu dimana suhu akan meningkat seiring dengan lamanya proses fermentasi. Menurut data pengamatan yang telah dilakukan, setelah 24 jam proses fermentasi diperoleh hasil bahwa suhu awal sebelum fermentasi adalah 290C dan setelah fermentasi adalah 310C. Hal ini dikarenakan adanya proses metabolisme dari mikroba dimana pada proses ini mikroba mengeluarkan CO2 sehingga terjadi peningkatan suhu.

https://lordbroken.wordpress.com/2011/03/04/proses-fermentasi-pada-biji-kopi/

Pengolahan fermentasi basah
Setelah biji tersebut melewati proses pencucian pendahuluan segera ditimbun dan direndam dalam bak fermentasi. Bak fermentasi ini terbuat dari bak plester semen dengan alas miring. Ditengah-tengah dasar dibuat saluran dan ditutup dengan plat yang berlubang-lubang. Proses fermentasi di dalam bak-bak fermentasi tersebut dilakukan bertingkat tingkat serta diselingi oleh pergantian air rendaman. Pada tingkat petama perendaman dilakukan selama 10 jam, Selama proses fermentasi ini dengan bantuan kegiatan jasad renik, terjadi pemecahan komponen lapisan lendir tersebut, maka akan terlepas dari permukaan kulit tanduk biji kopi.

Proses fermentasi akan berlangsung selama lebih kurang dari 1.5 sampai 4.5 hari tergantung pada keadaan iklim dan daerahnya. Proses fermentasi yang terlalu lama akan menghasilkan kopi beras yang berbau apek disebabkan oleh terjadinya pemecahan komponen isi putih lembaga.

Demikian informasi mengenai Proses Pengolahan Kopi Fermentasi yang perlu Anda ketahui. Karena ini merupakan salah satu hal penting dalam proses pengolahan biji kopi, bisa Anda terapkan jika ingin memproduksi biji kopi sendiri, tentunya dengan mutu dan kualitas yang terjamin.

https://mesinpengolahkopi.wordpress.com/2016/06/05/proses-pengolahan-kopi-fermentasi/

Kopi Fermentasi yang saya buat ini merupakan salah satu usaha saya dalam meningkatkan cita rasa kopi, untuk memperoleh cita rasa kopi Robusta yang sempurna, tehnologi Kopi Fermentasi, lebih karena kebutuhan dan salah satu solusi dalam memperoleh kopi Fermentasi yang sekelas dengan kualitas kopi fermentasi yang dihasilkan oleh binatang luwak,

Kerja keras kami adalah merupakan kepuasan yang akan di peroleh dalam setiap cangkir seduhan di seluruh dunia, dimana kopi olahan saya ini berada. tidak lupa terima kasih saya ucapkan bagi temen saya dari Institut Teknologi Bandung yang tidak bisa saya sebutkan namanya.

Terima kasih